
Orang dulu-dulu pentingkan silaratulrahim ....mereka sanggup berjalan kaki setengah hari untuk menziarahi waris-waris. Selalunya berbekalkan buah tangan yang bukan materialistik tapi lebih merupakan tanda ingatan ihlas dari hati. Orang dulu-dulu, mencari waris-waris jauh dan dekat....yang jauh di dekatkan, yang dekat di rapatkan, dan yang rapat di mampatkan.
Semasa kecil saya pun selalu mengikuti arwah ibu untuk menziarahi saudara mara. Saya masih ingat bagaimana kami berjalan meniti batas sawah, melalui lorong2 di ladang2 getah, dan berakit atau berperahu menyeberangi sungai. Namun penat dan lelah tidak di hitung atau di ungkit. Setiba, kami di layan seperti tetamu yang paling istimewa....di hidang ayam kampung peliharaan yang baru di sembelih, dan semestinya dijamu nasi tanakan beras dari sawah yang di usahakan sendiri. Setiap rumah waris yang kami ziarahi, saya akan selalu bertanya kepada arwah ibu - si anu dan si anu itu begaimana pertaliannya dengan kita? Risikan dan soalan2 begini di panggil 'bertitih' ..... sepupu di kenalkan, dua pupu di mesrakan...dan talian persaudaraan orang dulu-dulu menjangkau jauh hingga kepada yang hanya 'bau bau bacang'. Tidak seperti sekarang, persaudaraan selalunya mengikuti bau bau uwangggg.....
Untuk entry yang lepas, pembaca blog saya yang menamakan diri beliau nora7 ada meninggalkan komen
".....BTW...ntah2 kitapun related cause my mum from kg kemubu, kelantan jugak...hehehhe...maybe even we are related..;D"
Saya menghargai intisiatif nora7 kerana apa yang beliau tuliskan itu adalah permulaan untuk bertitih...Dan dari pertanyaan beginilah yang akan menemukan kembali ahli2 keluarga yang telah lama tidak disatukan....
Dan dari perbualan beginilah, LiL mengetahui H yang menziarahi kami semasa jalan2 raya itu rupa2nya ada tali persaudaraan!
Tidak rugi, bahkan banyak kebaikannya untuk kita sama2 mencari waris-waris kita yang telah lama tidak kita ketahui kewujudan mereka.....pada saya, eluk sangatlah kita hidupkan kembali amalan orang dulu-dulu - mencari, menziarahi, menjalin kemesraan antara waris-waris jauh dan dekat, tak mengira miskin atau kaya. Anak2 kita harus di asuh - nilai2 mengembangkan 'family tree' itu lebih afdal dan digalakkan dari mengembangkan 'facebo0k or friend5ter' network.
Ada di kalangan orang2 zaman sekarang menjauhi diri dari ahli keluarga, terutama yang kurang berada - kerana kununnya saudara mara yang kurang berada itu hanya mahu mengikis kekayaan mereka - alangkah sempitnya pemikiran dan bahilnya hati. Sebaliknya, pada penghayatan saya, mereka yang kurang berada harta benda itu - lebih bersyukur dengan apa yang mereka ada.
Jom, marilah kita sama2 bertitih! Mungkin kita bersaudara....
Semasa kecil saya pun selalu mengikuti arwah ibu untuk menziarahi saudara mara. Saya masih ingat bagaimana kami berjalan meniti batas sawah, melalui lorong2 di ladang2 getah, dan berakit atau berperahu menyeberangi sungai. Namun penat dan lelah tidak di hitung atau di ungkit. Setiba, kami di layan seperti tetamu yang paling istimewa....di hidang ayam kampung peliharaan yang baru di sembelih, dan semestinya dijamu nasi tanakan beras dari sawah yang di usahakan sendiri. Setiap rumah waris yang kami ziarahi, saya akan selalu bertanya kepada arwah ibu - si anu dan si anu itu begaimana pertaliannya dengan kita? Risikan dan soalan2 begini di panggil 'bertitih' ..... sepupu di kenalkan, dua pupu di mesrakan...dan talian persaudaraan orang dulu-dulu menjangkau jauh hingga kepada yang hanya 'bau bau bacang'. Tidak seperti sekarang, persaudaraan selalunya mengikuti bau bau uwangggg.....
Untuk entry yang lepas, pembaca blog saya yang menamakan diri beliau nora7 ada meninggalkan komen
".....BTW...ntah2 kitapun related cause my mum from kg kemubu, kelantan jugak...hehehhe...maybe even we are related..;D"
Saya menghargai intisiatif nora7 kerana apa yang beliau tuliskan itu adalah permulaan untuk bertitih...Dan dari pertanyaan beginilah yang akan menemukan kembali ahli2 keluarga yang telah lama tidak disatukan....
Dan dari perbualan beginilah, LiL mengetahui H yang menziarahi kami semasa jalan2 raya itu rupa2nya ada tali persaudaraan!
Tidak rugi, bahkan banyak kebaikannya untuk kita sama2 mencari waris-waris kita yang telah lama tidak kita ketahui kewujudan mereka.....pada saya, eluk sangatlah kita hidupkan kembali amalan orang dulu-dulu - mencari, menziarahi, menjalin kemesraan antara waris-waris jauh dan dekat, tak mengira miskin atau kaya. Anak2 kita harus di asuh - nilai2 mengembangkan 'family tree' itu lebih afdal dan digalakkan dari mengembangkan 'facebo0k or friend5ter' network.
Ada di kalangan orang2 zaman sekarang menjauhi diri dari ahli keluarga, terutama yang kurang berada - kerana kununnya saudara mara yang kurang berada itu hanya mahu mengikis kekayaan mereka - alangkah sempitnya pemikiran dan bahilnya hati. Sebaliknya, pada penghayatan saya, mereka yang kurang berada harta benda itu - lebih bersyukur dengan apa yang mereka ada.
Jom, marilah kita sama2 bertitih! Mungkin kita bersaudara....
Errrk, saya rujuk kepada 'kamus on-line' namun perkataan 'bertitih' tidak wujud. Mungkinkah perkataan 'bertitih' ini hanya digunakan di Kelantan? Jika begitu, apakah yang bermaksud sama dengan 'bertitih' dalam konteks seperti yang saya tuliskan di atas?

